+622150208827 consult@lexhive.id

Indonesia merupakan negara hukum, hukum akan selalu ada selama ada masyarakat dan masyarakat memerlukan hukum sekaligus menghendaki adanya penegakan hukum. Seiring berkembangnya hukum, masyarakat sebagai subjek hukum membutuhkan sosok yang dapat membantunya dalam memberikan nasihat hukum, memecahkan permasalahan yang dihadapinya, menegakkan keadilan, serta membela kepentingannya. Oleh karena latar belakang demikian, dibutuhkanlah advokat atau pengacara sebagai penegak keadilan baginya.

Kapan anda membutuhkan pendampingan seorang advokat atau konsultan hukum?

Jasa Advokat dan konsultan hukum merupakan apa yang anda butuhkan ketika harus berurusan dengan hukum, baik itu pencegahan terhadap permasalahan hukum atau sudah ke tahap sengketa/perkara di pengadilan. Jasa advokat dan konsultan hukum dewasa ini dibutuhkan baik itu dalam lingkup pidana, perdata, bisnis, perusahaan, pajak, atau untuk kebutuhan lainnya agar menemukan

jalan keluar dari sebuah permasalahan supaya prosedurnya berjalan ancar dan sesuai dengan yang diatur oleh hukum dan keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik.

Konsultan hukum pula berfungsi sebagai tempat untuk mencurahkan, mendiskusikan dan memecahkan permasahan hukum. Namun, masih banyak pula masyarakat yang khawatir jika permasalahan hukum yang didiskusikan atau dicurahkan kepada advokat akan disebarluaskan, hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh advokat, karena melanggar kode etik profesi advokat.

Dalam kode etik profesi advokat, selain ada kode etik kepribadian advokat juga terdapat kode etik terkait hubungannya dengan klien (pasal 4 kode etik advokat) yaitu:

  1. Advokat harus mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai;
  2. Tidak dibenarkan memberikan keterangan yang menyesatkan klien dan tidak dibenarkan pula untuk menjamin bahwa ia akan memenangkan perkara;
  3. Dalam menentukan honorarium advokat harus mendasarkan pada kemampuan klien dan tidak dibenarkan membebani klien dengan biaya yang tidak perlu;
  4. Wajib menjaga rahasia klien bahkan sampai berakhirnya hubungan antara advokat dan klien tersebut;
  5. Mementingkan kepentingan klien diatas kepentingan pribadinya;

*****