+622150208827 consult@lexhive.id

Secara umum, permasalahan hukum tidak akan terjadi jika para pihak saling mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing, begitupula di dalam aktivitas bisnis. Hukum Bisnis merupakan suatu perangkat hukum yang mengatur tatacara dan pelaksanaan urusan atau kegiatan perdagangan, industri, ataupun keuangan yang berhubungan dengan pertukaran barang dan jasa, kegiatan produksi maupun kegiatan menempatkan uang yang dilakukan oleh para pengusaha dengan usaha dan motif tertentu yang mana telah mempertimbangkan segala resiko yang mungkin terjadi.

Kemudian dewasa ini masih banyak pengusaha menghadapi permasalahan yang kompleks, yang disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk memberikan perlindungan terhadap resiko dan kemajuan bisnisnya. Di dalam perusahaan seringkali kegiatan perusahaan mengalami kendala yang diluar dugaan atau tidak disangka, kemudian jika perusahaan keliru dalam mengambil keputusan maka akan berdampak serius bahkan dapat mengancam eksistensi perusahaan yang bersangkutan.

Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan jasa konsultan hukum untuk membantu menyelesaikan semua permasalahan hukum yang terjadi dalam suatu perusahaan. Dengan menggunakan jasa profesional di bidang hukum, akan memberikan jaminan keamanan perusahaan dalam menjalankan usahanya.

  1. Konsultan Hukum Sebagai Legal Auditor. Konsultan hukum dalam hal ini berperan melakukan fungsi pengawasan serta pemeriksaan atas pelaksanaan aturan hukum yang berlaku di perusahaan. Misalnya dari kepengurusan perizinan usaha, perjanjian kerja dengan karyawan, aset milik perusahaan, pendaftaran merek dagang, analisa hukum terhadap rencana penggabungan/peleburan perusahaan, membantu perusahaan terkait aspek perburuhan, dan masih banyak lagi. Kemudian dalam melaksanakan tugasnya, konsultan hukum dituntut harus memiliki kecermatan dan ketelitian yang sedemikian rupa, sehingga tidak dapat terlupakan atau terlewati suatu aspekpun dalam perusahaan.
  2. Konsultan Hukum sebagai Legal Advisor. Konsultan hukum dalam hal ini berperan memberikan pendapat dan pertimbangan hukum serta jalan keluar yang harus diambil perusahaan berdasarkan analisis dan riset yang telah dilakukan dalam pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Seperti membuat atau memberikan masukan terhadap kontrak-kontrak bisnis perusahaan, selain itu dapat menjadi penuntun atau penasehat yang dapat dimintai pendapat atas keterbatasan Manajemen Perusahaan dalam menganalisa istilah-istilah hukum yang muncul pada suatu perjanjian atau transaksi bisnis yang akan ditandatangani oleh Direksi atau Manajemen Perusahaan. Sebaiknya sebelum bersepakat dan menandatangani suatu Perjanjian, Perusahaan sebaiknya melakukan uji tuntas resiko hukum. Hal ini sebagai tindakan pencegahan dini atas sebuah resiko yang lebih besar yang mungkin saja terjadi jika terjadi wanprestasi ataupun perselisihan dengan rekan bisnis Perusahaan.
  3. Konsultan Hukum sebagai Legal Attorney. Konsultan Hukum dalam hal ini berfungsi sebagai perwakilan dari suatu perusahaan. Apabila perusahaan terlibat masalah hukum, maka konsultan hukum akan mewakili perusahaan, yang siap membela dan mengambil tindakan cepat guna mencegah timbulnya kerugian. Sebagai Legal attorney, konsultan hukum menerima kuasa dalam menyelesaikan permasalahan hukum khususnya mengajukan permohonan penyelenggaraan penyelesaian sengketa baik melalui Alternative Dispute Resolution (ADR) maupun kepada Badan Arbitrase yang dihadapi oleh perusahaan.

*****